Puisi 2016

RINEXIT: MALAM PUALAM

Kuhapus sisa-sisa hujan di wajahmu
yang tak pernah lagi basah setelah senja itu
sebab kemarau setia memainkan gairah
merapah palung diam yang paling kelam
lantas kau mengabarkan sunyi
hening menghunjam dingin
aku terbata dalam tafsir sepi
sebenar-benar luka

Kauhapus remah-remah hibat di kalbuku
yang kusemai hingga malam mengabut
lantaran riwayat yang sempat jadi harap
mengusik relung pengembaraan
kemudian kau peluk langit
hangat di ujung lain
kau renda suka dalam tafsir gempita
sebenar-benar gelora

Malam-malam mempualam
menggulung rindu yang paling kuyu
aku kau memadu bisu

Imaji, 14 Juli 2016. 07:31

FacebookTwitterGoogle+TumblrPinterestShare

FRAGMEN PERJALANAN

Angkasa itu menyiratkan biru
gedung-gedung mengaburkan
rindu mematri hati

Langkah menyeret pelataran
mobil-mobil tenggelam diam
mencumbu parkiran

Lalu bergegaslah
tersebab mendung menggulung
mengantarkanmu hingga ujung

Perjalanan hanya serupa mimpi
beribu fragmen selalu dimainkan
bagi perjalanan setelahnya

Jalani saja ritus purba itu
tak usah lagi mengelabui peran
lantaran semua peran telah pula digariskan
lalu menyemai kelindan di jiwamu

2016