BUKIT TIUNG DALAM LANSKAP RINDU

Mengitari Bukit Tiung
kugantungkan cinta purba di atasnya
pada kicau burung-burung di rindang cahaya
menyenandungkan liris Batang Mesumai
rumah-rumah petak gigil dalam dekap kaki lima
sibuk menawari gemulai siang

melingkari Bukit Tiung
kusimak pohon-pohon lari berkejaran
pada dinding-dinding tebing di sisinya
mematri relief perjalanan para moyang
deru mesin-mesin buyar dalam sekap trotoar
latah menerjemahkan rindu kampung halaman

melayari Pasar Bawah titian lama
tak pula henti menyergap kenang
terminal menawarkan persinggahan
datang dan kelak kembali pulang

ah, rindu tak pernah juga terhapus
mengkristal pada geliat yang pekat
lalu menyublim darah njelma gairah
tersebab kota menyatu karat kata-kata.

Imaji, 2016.

Jen Kelana
Follow me

Jen Kelana

Lahir di Nganjuk (Jatim), besar di Sumut dan Jambi. Menulis puisi, cerpen, feature, esai, artikel, dan karya ilimiah. Puisi dan cerpennya terangkum dalam antologi tunggal dan bersama. Sebagian karyanya dipublikasikan di media massa dan media digital. Hobby elektronik, hardware, software, komputer dan web develover di samping menekuni bidang matematika, statistika, dan penelitian pendidikan. Aktifitas sebagai kuli di STKIP YPM Bangko.
Jen Kelana
Follow me

Latest posts by Jen Kelana (see all)

FacebookTwitterGoogle+TumblrPinterestShare

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>