Masker dan Kotak Asap

Ada yang bertopeng di sidang para dedemit
berkoar tentang asap membadai
sedang ruang sejuk dingin
mana api
simpati itu telah pula mengubur diri

Ada yang menyekap mulut di sidang para dedemit
di paripurna itu  
sementara kotak donasi melompong
sedang empati entah kemana
sibuk tawar menawar diri sendiri

Lalu, ada yang ingin menjadi badut
pada dagelan yang juga kusut butut
sementara Indonesia Raya tersekap masker
serak merasuk ubun-ubun
dan garudapun melayang meradang
nasionalisme tinggal tulang
tercampak di selokan-selokan

2015

Jen Kelana
Follow me

Jen Kelana

Lahir di Nganjuk (Jatim), besar di Sumut dan Jambi. Menulis puisi, cerpen, feature, esai, artikel, dan karya ilimiah. Puisi dan cerpennya terangkum dalam antologi tunggal dan bersama. Sebagian karyanya dipublikasikan di media massa dan media digital. Hobby elektronik, hardware, software, komputer dan web develover di samping menekuni bidang matematika, statistika, dan penelitian pendidikan. Aktifitas sebagai kuli di STKIP YPM Bangko.
Jen Kelana
Follow me

Latest posts by Jen Kelana (see all)

FacebookTwitterGoogle+TumblrPinterestShare

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>