Sajak Tentang Hujan

Irama itu selalu saja kurindukan
menyapa daun-daun luruh menguning
berselimut pekat asap
dan menyusup batu-batu jejalan penuh debu
lalu menyirami setiap hati yang tabah
seakan menjawab harap
wajah-wajah tengadah pasrah

Suara itu senantiasa kurindukan
seiring mengalir lamat azan subuh berkabut
lantas jatuhlah titik-gemeritik itu
membasahi tanah-tanah rengkah
menyenandungkan kembali kicau
burung-burung yang lama menyepi
pada setiap tetes menghamilkan asa
dan selalu saja melahirkan surga
bagi jiwa-jiwa nestapa  

2015

Jen Kelana
Follow me

Jen Kelana

Lahir di Nganjuk (Jatim), besar di Sumut dan Jambi. Menulis puisi, cerpen, feature, esai, artikel, dan karya ilimiah. Puisi dan cerpennya terangkum dalam antologi tunggal dan bersama. Sebagian karyanya dipublikasikan di media massa dan media digital. Hobby elektronik, hardware, software, komputer dan web develover di samping menekuni bidang matematika, statistika, dan penelitian pendidikan. Aktifitas sebagai kuli di STKIP YPM Bangko.
Jen Kelana
Follow me

Latest posts by Jen Kelana (see all)

FacebookTwitterGoogle+TumblrPinterestShare

One comment on “Sajak Tentang Hujan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>