Merindukan Perempuanku

Aku merindukan perempuanku
pada reranting bunga sepatu yang hampir layu
tersangkut sisa debu kemarau
yang karib menyelimuti hari-hari
sepanjang kering lenting rerumputan
menyiratkan rindu sepucuk kisah
melambai pada gersang dan membumbunnya
menjadi rajutan senggama malam

Aku merindukan perempuanku
pada gemulai rupiah yang kian patah
tergelincir pekat asap
syahdu mengusik paru-paru
hingga merah menyelubungi rimbun wajah
meriwayatkan kerut berlipat-lipat
memamah waktu

Ah, perempuanku
selalu saja kita menganyam duka
setia mengumpulkan puing-puing lara
dan tak sempat merajutnya menjadi surga

2015

Jen Kelana
Follow me

Jen Kelana

Lahir di Nganjuk (Jatim), besar di Sumut dan Jambi. Menulis puisi, cerpen, feature, esai, artikel, dan karya ilimiah. Puisi dan cerpennya terangkum dalam antologi tunggal dan bersama. Sebagian karyanya dipublikasikan di media massa dan media digital. Hobby elektronik, hardware, software, komputer dan web develover di samping menekuni bidang matematika, statistika, dan penelitian pendidikan. Aktifitas sebagai kuli di STKIP YPM Bangko.
Jen Kelana
Follow me

Latest posts by Jen Kelana (see all)

FacebookTwitterGoogle+TumblrPinterestShare

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>